Kampung Handil Kalimantan Timur

muara jawa foto

Muara Jawa merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara yang terletak di sekitar Delta Mahakam dengan luas wilayah mencapai 754,5 km 2 .
Sebelum bergabung Kabupaten Kutai pada 1988, Kecamatan Muara Jawa merupakan bagian dari wilayah Kotamadya Samarinda. Penetapan Kecamatan Muara Jawa sebagai bagian dari Kabupaten Kutai tersebut diputuskan lewat Peraturan Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 1987.
Secara geografis, Kecamatan Muara Jawa terletak pada posisi antara 116 o 59′ BT – 117 o 24′ BT dan 0 o 43′ LS – 0o 55′ LS.

Kecamatan Muara Jawa memiliki penduduk mencapai 48.372 jiwa (2014) yang tersebar di 8 Kelurahan, yakni Muara Jawa Ilir, Muara Jawa Tengah, Muara Jawa Ulu, Muara Jawa Pesisir, Dondang, Tama Pole, Muara Kembang dan Teluk Dalam.
Muara Jawa juga merupakan salah satu wilayah yang kaya akan sumber daya alam. Di samping memiliki deposit batubara yang melimpah, Kecamatan Muara Jawa juga merupakan daerah penghasil minyak bumi dan gas alam (migas). Dua perusahaan migas multinasional yang masih mengeksploitasi migas di Kecamatan Muara Jawa adalah Total E&P Indonesie dan VICO Indonesia.
Kendati daerah ini kaya akan sumber daya alam, perekonomian masyarakat Muara Jawa masih bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

Jembatan Dondang adalah jembatan yang menghubungkan Kecamatan Muara Jawa dengan Kecamatan Sanga-Sanga , Kabupaten Kutai Kartanegara yang merupakan jembatan terpanjang di Kalimantan Timur dengan bentang mencapai 840 meter.[1] Jembatan ini diresmikan oleh Gubernur Kaltim saat itu,
Suwarna Abdul Fatah pada tanggal 10 Agustus 2004.
Jembatan ini digunakan sebagai jalan alternatif memecah konsentrasi arus lalu lintas dari Kota Samarinda menuju Kota Balikpapan , selama ini jalan satu-satunya penghubung antara Kota Samarinda ke Kota Balikpapan adalah melalui Jalan Loa Janan-Bukit Soeharto -KM 38 dan
Kota Balikpapan . Jembatan ini akan memperpendek jarak tempuh antara Kota Samarinda dengan kota Balikpapan .