Apa dan bagaimana Komunitas Cendekiawan Kampung ??

Latar belakang komunitas cendekiawan kampung ini hadir.

Pada Januari 2019, kami menerima kabar ada salah seorang anak perempuan, sebut saja Sri (20), di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang memutuskan berhenti kuliah. Padahal dia kuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan beasiswa Bidikmisi. Kami pun berkunjung ke rumahnya, mencoba memberikan motivasi kepadanya.
Dari cerita yang kami dapatkan, Sri memutuskan berhenti kuliah lantaran tidak tega pada kedua orang tua yang harus meminjam uang ke kanan dan kiri untuk memenuhi kebutuhannya selama kuliah. Beasiswa Bidikmisi memang turun setiap semester, sehingga untuk keperluan harian, praktis harus berasal dari rumah. Sementara itu, ayah Sri hanya seorang buruh kasar yang tidak memiliki penghasilan besar dan tetap.
Sebelum mantap berhenti, Sri mencoba untuk memusatkan konsentrasinya ke perkuliahan. Tetapi tidak bisa. Sebelum menelepon ayahnya dan menyampaikan keutusan berhenti, dia sudah tidak ikut UAS (Ujian Akhir Semester). Dia sudah tidak lagi bisa konsentrasi pada kuliah.
Pada hari yang sudah ditentukan, Sri dijemput oleh ayahnya. Ayahnya datang ke Kota Serang bersama anak lelakinya (17), yang masih duduk di kelas 3 SMA. Mereka membawa dua buah sepeda motor dengan waktu tempuh sekitar 90 menit. Rencananya, dengan dua sepeda motor itu, sang Ayah akan membonceng Sri dan adiknya akan membawa barang-barang pribadi Sri. Tetapi malang tak dapat ditolak mujur tidak bisa diraih, di perjalanan pulang, adik Sri mengalami kecelakaan lalu lintas dan meninggal di tempat.
Kami datang membesuk dan menguatkan Sri agar tetap melanjutkan studinya. Tidak berhenti di sana, kami bahkan melakukan advokasi ke Ketua Program Studi Pendidikan Guru PAUD tempat Sri kuliah. Mendengar kabar yang menimpa Sri, Kaprodi bahkan siap membantu Sri. Sri boleh mengikuti UAS susulan, bahkan disiapkan pula tempat tinggal di lingkungan kampus agar Sri tidak perlu lagi membayar biaya kosan. Sri bahkan diberikan kesempatan bekerja di unit penitipan anak, yang waktunya sudah diatur agar tidak bentrok dengan jadwal kuliah, dengan gaji yang diharap bisa menutup kebutuhan harian Sri.
Bukan hanya itu, kami juga mengabari beberapa kawan mengenai kasus ini. Alhamdulillah, ada satu orang yang siap menjadi donatur keperluan Sri. Dia siap mentransfer tiap bulan 500 ribu, menyilakannya tinggal di ruko sambil membantu pekerjaan penginputan data di Kota Serang, dan digaji pula. Tetapi itu tidak berhasil membuju Sri untuk mau melanjutkan kuliah. Dia keukeuh berhenti kuliah, dan kini dia bekerja di Jakarta sebagai Asisten Rumah Tangga.

silahkan kunjungi web site nya KLIK DISINI : CENDEKIAWAN KAMPUNG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *