Banjar Lawas ” Kampung Dokar “

kampung dokar

Sebenernya even ini serupa dengan even-even back to the past ala-ala tempo doeloe yang sudah pernah digelar oleh daerah-daerah lain.
Tapi yang menjadi berbeda adalah “Kampoeng Dokar”

Tidak semua desa/kampung punya tradisi “Numpak dokar pas riyoyo” (Hari Raya Idul Fitri), hanya di Banjartengah, sebuah dusun yang terdiri dari 6 RT, berbatasan langsung dengan Batu, berada di wilayah pemerintah Kab. Malang, yang memiliki tradisi unik dan sangat tua.
Jika bertanya kepada orang tua, mbah atau buyut yang hidup menetap sejak lahir sekalipun kapan tepatnya tradisi “numpak dokar pas riyoyo” mulai ADA, maka mereka tidak akan bisa menjawab, karena mulai dari masa kecil nenek moyang kami, mereka sudah terbiasa dengan adat budaya “numpak dokar pas riyoyo”

Saya sendiri menikmati adat ini sejak kecil ketika “numpak dokar pas riyoyo” cukup dengan membayar Rp. 100, sedangkan sekarang sudah naik berkali-kali lipat jadi Rp. 2.000,-. Dan kami warga dusun Banjartengah tetap menjalankan tradisi ini dengan euforia yang tidak pernah luntur, padahal rutenya cukup pendek hanya “Bulu-Dau”. Kenapa Bulu? Karena di hulu sungai inilah titik awal desa kami yang bersebelahan dengan dusun junwatu Desa Junrejo Kota Batu, dan Dau atau tepatnya dusun Krajan desa Sumber Sekar Kec. Dau Kab. Malang yang merupakan pusat pemerintahan Desa.

Sehingga jika acara ini mengambil tema “Kampoeng Dokar” sangat memiliki korelasi karena merupakan perwujudan euforia dan perasaan memiliki atas adat istiadat yang InshaAllah tidak akan lekang oleh Jaman, dan tidak akan ditinggalkan oleh penerusnya meskipun cyber world sudah mulai merangkak memasuki dusun kami.

Silahkan mampir di Dusun kami mulai tanggal 28 – 30 Oktober 2016, kami siapkan berbagai hal unik yang kami miliki. Djaminan puas!
[22:26, 26/10/2016] Anwar: Sebenernya even ini serupa dengan even-even back to the past ala-ala tempo doeloe yang sudah pernah digelar oleh daerah-daerah lain.
Tapi yang menjadi berbeda adalah “Kampoeng Dokar”

Tidak semua desa/kampung punya tradisi “Numpak dokar pas riyoyo” (Hari Raya Idul Fitri), hanya di Banjartengah, sebuah dusun yang terdiri dari 6 RT, berbatasan langsung dengan Batu, berada di wilayah pemerintah Kab. Malang, yang memiliki tradisi unik dan sangat tua.
Jika bertanya kepada orang tua, mbah atau buyut yang hidup menetap sejak lahir sekalipun kapan tepatnya tradisi “numpak dokar pas riyoyo” mulai ADA, maka mereka tidak akan bisa menjawab, karena mulai dari masa kecil nenek moyang kami, mereka sudah terbiasa dengan adat budaya “numpak dokar pas riyoyo”

Saya sendiri menikmati adat ini sejak kecil ketika “numpak dokar pas riyoyo” cukup dengan membayar Rp. 100, sedangkan sekarang sudah naik berkali-kali lipat jadi Rp. 2.000,-. Dan kami warga dusun Banjartengah tetap menjalankan tradisi ini dengan euforia yang tidak pernah luntur, padahal rutenya cukup pendek hanya “Bulu-Dau”. Kenapa Bulu? Karena di hulu sungai inilah titik awal desa kami yang bersebelahan dengan dusun junwatu Desa Junrejo Kota Batu, dan Dau atau tepatnya dusun Krajan desa Sumber Sekar Kec. Dau Kab. Malang yang merupakan pusat pemerintahan Desa.

Sehingga jika acara ini mengambil tema “Kampoeng Dokar” sangat memiliki korelasi karena merupakan perwujudan euforia dan perasaan memiliki atas adat istiadat yang InshaAllah tidak akan lekang oleh Jaman, dan tidak akan ditinggalkan oleh penerusnya meskipun cyber world sudah mulai merangkak memasuki dusun kami.

Silahkan mampir di Dusun kami mulai tanggal 28 – 30 Oktober 2016, kami siapkan berbagai hal unik yang kami miliki. Djaminan puas!

Dwirantie, warga Kampung mBanjar Tengah, nDau, Malang.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *