Festival Kampung Banua Baru , Polewali Mandar

 

 

Pada hari Senin, 04 September 2018 di desa Banua Baru, Kec. Wonomulyo, Polewali Mandar, mulai dihelat  Festival Kampung (FESKAM) IV. Kegiatan ini diinisiasi oleh pemuda Desa Banua Baru yang tergabung dalam Sanggar Sikola Paqbanua. Ditahun yang ke IV ini Festival Kampung mengusung tema “Mappalambi Assaliliang Kappung” dan akan berlangsung selama empat hari kedepan.

    Acara pembukaan ini dimulai dengan arak-arakan pemuda  Sikola Paqbanua dan anak – anak kecil yang berkeliling kampung dan melakonkan salah satu adat masyarakat dengan membawa daun pisang serta wadah berisi dupa (Peundungan). Acara ini dihadiri oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar, yang diwakili oleh Ibu Hj. A. Sukmawati Hatta, S.S.,M.Ad.,M.K.P. selaku Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan Ekonomi Kreatif yang sekaligus membuka secara resmi Festival Kampung IV. Dalam sambutannya A. Sukmawati Hatta menyampaikan dukungan dan apresisiasi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DISPOP) terhadap kegiatan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Festival Kampung akan menjadi agenda tahunan DISPOP seperti kegiatan PIFAF, Sandeq Race dll tahun depan dan meminta agar jadwal Festival Kampung dipatenkan untuk dimasukkan dalam Kalender acara tahunan DISPOP.

    Selain itu, turut hadir pemerintah kecamatan Wonomulyo yang diwakili oleh Bapak Sulaiman Makka, selaku Sekertaris Kecamatan Wonomulyo yang menuturkan hal senada dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata pada sambutannya sore hari itu. “Kami sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan Festival Kampung ini. Pada tahun keempatnya ini bertemakan “Mappalambi assaliliang Kappung” disini kita kembali diajak mengingat dan jika perlu memulai kembali kebiasaan – kebiasaan yang baik yang ada di Kampung beberapa tahun yang lalu. Banyak hal yang sudah berubah khususnya di kecamatan Wonomulyo  dan masyarakatnya seiring perkembangan zaman .

Banyak sekali kebiasaan – kebiasaan dulu yang pada jaman NOW ini sudah jarang ditemukan. Mulai dari kebiasaan terkait sosial budaya hingga permainan tradisional. Banyak sekali warisan budaya luhur kita yang patut dilestarikan. Salah satunya seperti yang barusan kita lihat ada pertunjukan Kuda Lumping, ini adalah salah satu warisan budaya luhur suku Jawa yang harus kita jaga. Seperti yang kita ketahui, Wonomulyo dikenal dengan Kampung Jawa sejak beberapa tahun silam karena memang mayoritas penduduknya adalah orang Jawa. Festival Kampung ini juga adalah momentum pengigat kepada kita bahwa di Wonomulyo terdapat beberapa suku yang dimana sebagai masyarakat yang baik, kita harus saling menghargai dan hidup rukun satu sama lain.” Jelas beliau. “Kami do’akan semoga acaranya hingga 4 hari kedepan berlangsung lancar dan bermanfaat bagi banyak orang. Harus ada inisiatif dari pemuda desa yang lain untuk melaksakan acara semacam ini. Untuk para pemuda teruslah berkarya dan membuat hal – hal baik untuk kemajuan daerah.” Tutup Bapak Sulaiman.

Acara pembukaan Feskam ini juga dihadiri sejumlah tokoh dan aparat desa serta warga Desa Banua Baru dan sekitarnya. Acara ini pun ditutup oleh pertunjukan Kuda Lumping yang sangat meriah menutup gelapnya awan hitam yang berlomba dengan matahari yang kembali ke peraduannya.

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *