IMUNITAS SOSIAL BUDAYA

Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai
perilaku kebudayaan, dan kebudayaan mcrupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Telap
apakah sesederhana itu hubungan keduanya Dalam sosiologi manusia dan kcbudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa
walaupun keduanya berbeda beda tetapi keduanya rupakan satu kesatuan. Manusia mcnciptakan kebudayaan, dan setelah kcbudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhimya merupakan satu kesaluan.(Widagdo,“Ilmu Budaya Dasar” 2001)

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinis

Meminjam penjelasan Jack Solomon dalam The Signs of Our Time (1998), bahwa pada dasarnya belajar tentang ilmu tanda bukanlah memperoleh wadah informasi yang tetap, melainkan mengasah kepekaan terhadap perubahan. Kita sering dikondisikan menerima berbagai tanda-tanda secara pasif pada sisi tertentu dan melawan secara membabi buta pada kasus yang lain. Bagaimana pun kita perlu berhitung dan bersiasat tentang kepentingan yang lebih besar. Menemukan makna-makna pada sistem penandaan apa pun adalah mengurai-sandikan tanda-tanda zaman, menemukan degup budaya, yang memungkinkan kita melakukan diagnosis budaya sendiri dan mewawarkan solusi bagi apa yang tampak tidak beres.

Budaya dalam hal ini sebagai Tanda untuk membuat Security Sistem dalam konteks IMUNITAS SOSIAL BUDAYA,terkait kondisi sekarang,kita perlu belajar ke MASYARAKAT BADUI DALAM bagaimana masyarakat tersebut,hidup tentram bahagia,tanpa terkontaminasi dari hiruk pikuk kepanikan dunia….mereka MENUTUP AKSES sejak beberapa abad yg lalu…dan itu sebagai IMUNITAS SOSIAL BUDAYA yg dibentuk….kenapa kita harus kaget??? Dgn istilah LOCKDOWN yg notabebenya istilah tersebut,sudah ada secara sistem di masyarakat lokal kita.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *