Info: Sarasehan Rileks

 

saras

TEMPAT SANGAT TERBATAS

ZAMAN DULU TEKNOLOGI KITA LEBIH MAJU DARIPADA SEKARANG

APAKAH MITOS ATAU ILMIAH?

MARI KITA KUPAS
Dalam saresehan santai untuk membahas tema ini dari perspektif ilmu pengetahuan ilmiah, termasuk mengkomparasikannya dengan perspektif masyarakat lokal dari segi kepercayaan dan nilai nilai lokal.

Situs situs geologis tua seperti Gunung Padang dll. akan dibahas untuk mengetengahkan fakta dan bukti pendukung bahwa zaman sekarang bukanlah zaman yang paling maju.

BERSAMA:

12301719_1141353589227014_4930094996846974318_n

–    Dr. Ir. Andang Bachtiar, M.Sc.
–    Dr. Danny Hilman Natawidjaja M.Sc.
Moderator    : Trie Utami
Fasilitator    : Hendra Hendarin

Tanggal        : Sabtu, 30 Januari 2016
Waktu        : 13.00 ? 18.00

Tempat: Gedung Aula BPI SD
Jl. Halimun 40 Bandung.

Untuk daftar, inbox kami dengan menuliskan: Nama, No. Telp., Kota/Kab.

 

Hendra Hendarin

Terimakasih.

—————————————————————————————————————————————–

POKOK-POKOK DAN TEMA DISKUSI

Geologi mengajarkan: bumi dibentuk oleh siklus proses pertumbuhan (uniformitarianity) disusul kehancuran (katastrofi) berulang. Katastrofi bumi menghasilkan ketidakselarasan, seperti punahnya dinosaurus 6 juta tahun yang lalu oleh kiamat kecil bumi yang disebebakan oleh hantaman meteor serta human population bottle-neck 74 ribu tahun yang lalu oleh meletusnya supervolcano Toba yg membekukan bumi 10 tahun lamanya.

Ketidakselarasan ini melahirkan kebingungan atas linearisme sejarah peradaban sehingga telah menciptakan konsep kontroversi tentang pemanasan global oleh campurtangan manusia dan jalan pintas menghadirkan konsep UFO untuk menerangkan fenomena teknologi tinggi masa lalu.

Konsep linearisme sejarah peradaban dan teknologi menganggap hanya ada satu proses linier, yakni prasejarah – sejarah – modern. Padahal konsep siklus pertumbuhan-katastrofi-pertumbuhan-katastrofi mengadopsi siklus bumi trmasuk biosfer-ekosistim di dalamnya -dan manusia trmasuk dlm biosfera-ekosistem bumi itu.

Dengan demikian sejarah peradaban dan teknologi bumi tidak hanya terdiri dari satu garis linear siklus prasejarah-sejarah-modern saja.

Atas dasar pemikiran di atas; ada banyak “modernity” terjadi di siklus-siklus sebelum siklus terakhir di masa kita sekarang ini. Konsep siklus tersebut dapat menerangkan legenda dan fiksi ilmiah secara berbeda.

Legenda adalah rembesan cerita peradaban maju dari bawah ketidakselarasan geologi-budaya masa lalu yang tidak bisa dinalar oleh logika teknologi masa kini yang notabene sedang menapak berkembang maju dari titik nol ketidakselarasan geologi-budaya yg terakhir di masa lalu.

Fiksi ilmiah adalah dejavu kesadaran budaya masa kini yg dirasuki kerinduan samar atas bayangan kemajuan teknologi masa lalu yang berasal dari bawah ketidakselarasan geologi-budaya di kurun waktu terakhir.

Jika kita percaya juga ke kitab-kitab suci, seharusnya kita juga percaya bahwa di zaman Nabi Sulaiman sudah ada manusia yg menguasai teknologi teleportasi, yaitu orang yg sanggup memindahkan singgasana Ratu Bilqis sebelum satu kedipan mata. Lalu kenapa kita semua mengingkari?

Perang Baratayudha adalah perang nuklir, Cupu Manik Astagina yg diperebutkan Dewi Anjani, Sugriwa dan Subali adalah IPad; Atlantis adalah Sundaland -daratan antara Sumatra, Kalimantan, Jawa, dll, dsb. yang bisa dibahas lagi lebih luas dalam renungan dan interaksi kaum berpikir: ilmuwan, budayawan, seniman, dan berbagai kalangan di berbagai pertemuan.

(Andang Bachtiar)

12565608_10153869573362453_4883759287930184406_n




One thought on “Info: Sarasehan Rileks

  1. Esti

    Daftar Sarasehan Di Aula BPI SD Sabtu 30 Januari 2016
    Nama: Esti
    No. Telp.: 0812 2227 1014
    Kabupaten Bandung Barat

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *