KAMPUNG CEMPLUK MERIAHKAN HUT KBP DENGAN MUSIK BAMBU

JapungNusantara. Sabtu pagi 20 April 2019 setelah pembukaan Festival Kampung Budaya Polowijen yang di meriahkan dengan 20 tari-tarian, Malamnya KBP kembali menggelar Acara seresehan KBP. Acara yang di padati waga kembali di meriahkan dengan penampilan tari ritual Srimpi Limo yang menceritakan tentang asal usul manusia dengan makna dan simbul papat dulur limo pancer kakang kawah adi ari ari.

penampilan warga kampung cempluk dan sarasehan dari para budayawan kota malang

Sarasehan juga di meriahkan dengan penampilan Sanggar Angklung Chandra Kirana Dan denting musik cetikan kampung cempluk yang berjumlah 40 personil. Di sela-sela acara secara bergantian memainkan musik dengan lagu-lagu daerah menambah suasana KBP di malam hari makin menentramkan. KBP yang lokasinya berdampingan dengan sawah dihiasi dengan damar kambang suasananya menambah khas seperti di pedesaan.

Rombongan yang di bawa penggagas kampung cempluk Redy Eko Prasetyo dan ketua Karang taruna Kamphng Cempluk Hanafi sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada KBP yang merayakan HUT KBP ke 2.
Hanafi menyampaikan “Kami senang melihat kemajuan KBP dengan tari tarian, makanya kami datang menghibur warga KBP dengan musik dan nyanyi-nyanyian” ini salah satu bentuk membangun harmoni antar pelaku seni sehingga petukaran seni merupakan bentuk silang studi untuk kemajuan kebudayaan, tambahnya.

Ki Demang ( Penggagas Kampung Budaya Polowijen )

Dalam sambutan saresehan KBP, Ki Demang selaku penggagas KBP merasa senang, terharu dan merupakan suatu kehormatan Kampung Cempluk telah berpatisipasi di Festival KBP 2. Ki Demang Menyampaikan “suatu ketika jika Kampung Cempluk menyelenggarakan event atau festival maka KBP akan membawa semua penari KBP untuk tampill di Kampung Cempluk”. Ini seperti sambang kampung versi KBP dan sonjo kampung versi Kampung Cempluk. Kegiatan seperti inilah yg bisa mempertemukan seni budaya dalam satu wadah harmonisasi budaya, imbuhnya.

Acara dilanjutkan dengan sarasehan KBP yang di hadiri Djatmiko selaku Ketua Komite Kebudayaan Kota Malang, Purnomo Anshori dari Desa Wisata Glubuk Klakah sekaligus Pokdarwis Propinsi Jawa Timur dan Dwi Cahyono selaku sejarahwan dan arkelolog UM. Masing-masing mengapresiasi KBP yang mampu menjadi ruang temu bagi pelaku seni dan budaya di Kota Malang




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *