Karang Taruna merupakan tonggak utama pada pilar geliat Kampung

Persembahan untuk BUEN FESTIVAL

 

Karang Taruna merupakan tonggak utama pada pilar  geliat Kampung

cempluk

Pemuda dalam hal ini merupakan manusia yang muda produktif serta mempunyai energi bergerak serta berfikir secara progresif. Pemuda kampung menjadi pilar utama dalam mengisi ruang kampung nya untuk dijadikan sebagai laboratorium kehidupan, dimana ruang kampung ini menjadi wahana dalam berproses hidup ditengah-tengah kemajemukan sosial budaya masyarakat Indonesia pada umumnya.

Sebuah persoalan yang mendasar, jika kampung banyak ditinggalkan oleh para pemudanya,dikarenakan ini juga pengaruh media serta image ruang kampung  yang selama bertahun tahun mendapat STIGMA sebagai Kelas nomer dua dimana ruang Kampung ini,bukan sebagai ruang yang strategis serta bisa memberi kontribusi dalam sisi pembangunan manusia yang mempunyai peradaban yang tinggi, tetapi sengaja diciptakan pen dikotomian ini ,sebagai ruang yang penuh kebuntuhan berfikir,tidak modern,kolot,serta selalu berada pada level paling bawah dalam piramida kelas sosial.

Tentunya mengetahui fenomenal ini,saya kemudian berfikir,apakah stigma ini adil di berikan pada ruang yang bernama Kampung ini ???

Yang identik dengan ruang tanpa masa depan???

Nah ini kemudian ada sebuah kegelisahan bersama di para pengiat kampung-kampung di Nusantara, untuk mengembalikan KAMPUNG SEBAGAI RUANG YANG STRATEGIS, serta syarat akan produktifitas IDE demi tercapainya tatanan dan peradaban yang memang garda depan peradaban bangsa ini ada pada kampung-kampung tersebut.

Mengapa saya bilang kampung sebagai Lumbung ide ini?? Karena kita tahu, sebenarnya di ruang kampung ini banyak ruang-ruang yang ajaib misal ruang religi,ruang adat,sanggar-sanggar seni budaya serta padepokan padepokan atau kampus-kampus yang setiap hari banyak terjadi saling silang ide didalamnya dengan domisil di areal kampung tersebut dan kemudian memberikan kontribusi besar dalam sebuah tatanan social. Nah karena sudah tertutup stigma tadi, tak ayal jika ide ide tersebut dikebiri …..

Dan di brand Image kan bukan berasal dari sebuah ruang bernama Kampung tapi lebih berada di Kota. Hal ini yang tidak disadari jika Kampung mempunyai kontribusi besar dalam produktifitas Ide yang hulunya dari kantong-kantong atau ruang-ruang tadi. Yang kemudian secara Psikis para muda kampung kampung ini enggan di sebut manusia kampung yang korelasinya adalah manusia yang terbelakang jauh dari sebuah peradaban.

Oleh karena ini, fungsi Karang taruna harus bisa mengisi menjadi sebuah gerbong di kampung, bagaimana menghidupkan dan mengmbalikan kepercayaan diri kampung kampung ini untuk bergeliat bangkit menjadi ruang yang produktif.

Hal ini kita ( para pembakti di Jaringan Kampung Nusantara) mencoba membuat formulasi dengan spirit kebudayaan sebagai media untuk mensinergikan potensi potensi kampung-kampung ini menjadi ruang yang strategis.

Hari raya Kebudayaan kampung yang diformulasikan dengan sebuah Festival Kampung, merupakan media titik temu untuk memulai pembelajaran dari Intuisi manusia nusantara yang memiliki akal,rasa,dan karsa, bagaimana membangun sebuah pola piker serta tatanan sebagai manusia nusantara yang syarat akan nilai-nilai kearifan local.

Ketika ruang bermain, ruang berekspresi serta menjadi sebuah kebahagiaan yang masih dalam tatanan  masyarakat kampung, tentunya kedaulatan dalam bereksplorasi Ide idenya tentunya bisa memberikan kontribusi yang luar biasa pada bangsa ini, menjadi sebuah bangsa yang besar.

Karang Taruna adalah modal utama sebagai stage holder di kampung-kampung,bagaimana ide ide yang berbasis Kebudayaan bisa di aplikasikan dalam karya karya yang tentunya secara otomatis memberikan kontribusi luar biasa dalam aspek Pendidikan karakter,Politik,ekonomi, serta peradaban Manusia Indonesia pada umumnya.

 

Dengan Hari raya kebudayaan kampung Bangun Mulya di Kab. Penajam Paser Utara yang di kemas dalam wahana Program BUEN FESTIVAL bisa memantik geliat para muda terutama Karang Taruna Kab PPU, dalam mengisi kampungnya menjadi Lumbung lumbung Ide yang mampu berkontribusi pada bangsa ini serta dunia.

 

 

 

Tetap semangart dalam satu sinergi dan spirit ber kebudayaan

 

Salam

 

Redy Eko Prastyo

 

6 Oktober 2016

Kampung Cempluk,dusun Sumberjo Kalisongo

Kab. Malang

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *