Notulensi Saling Silang Ide Temu Pembakti Jaringan Kampung Nusantara

Notulen : Andriana Rahajeng

26 Januari 2019 Balkondes Wringin Putih Borobudur Magelang Jateng

 

Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si

ADD (Anggaran Dasar Desa)

Membuat naskah akademis UU Anggaran Desa.

Institute for research and environment: literasi (sanggar maos tradisi)

 

Ruang publik makin kumuh, tapi masih banyak ruang yang bisa kita negosiasikan.

Mendengarkan dan mempelajari realitas itu di kampung.

Keragaman dan Bhineka Tunggal Ika itu ada di kampung. Yang muncul di televisi untuk hanya representasi realitas yang kacau/ banal.

Pilkada membuat orang harus mendefinisikan diri: apa agamamu dll.

UU 6 tahun 2014: perjuangan advokasi masyarakat desa, akademisi, dll à desentralisasi tidak menetes ke bawah

APBD belanja langsung 70% untuk gaji pegawai. 30% belanja tidak langsung dan banyak yang masuk ke badan/organ yang terkait orang dalam.

Modernisasi di dunia ketiga: distribusi resiko tapi modal tidak tersebar

Marginalisasi itu fakta. Apakah bisa dengan pendekatan kultural saja? Tidak cukup. Harus secara sistem à diubah dari objek menjadi subjek

Sekitar 74.890 desa di Indonesia. Desa (Jawa)/ kampung/ nama-nama lain (di luar Jawa) ada duluan. Tiap 5 tahun ikut pemilu, tapi hanya jadi penikmat. Negara harus mengakui desa. Bukan hanya sekadar lagu (kultural), tapi harus sampai kewenangan. Desa akan memiliki kewenangan untuk mengatur dirinya.

Kewenangan dalam hal:

  1. Mengatur asset desa
  2. Ada otorisasi
  3. Ada re-distribusi (anggaran?)

Dana desa ada politik anggaran. Membangun masyarakat peka dan peduli, dengan menggunakan dana desa. Beda provinsi, beda anggaran. Bagaimana bisa? Sama-sama warga negara Indonesia. Awal 2015-6 dipakai untuk infrastruktur untuk banyak daerah timur (misal NTT). Partisipasi secara kolektif, bukan individual. Contoh: petani jangan resah sendiri, harus bersama bahas keresahan tentang pupuk dan mencari solusi.

Kampung kekuatannya adalah gotong royong.

Dana desa 0.4% dari struktur APBN kita.

PR: mengajak warga terlibat? Bagaimana anggaran desa bermanfaat?

Jangan dihakimi dulu jika warga sedang dalam proses belajar.

Pendidikan politik pada warga desa itu wajib. Berpolitik itu tidak harus masuk struktur, tapi harus menjadi kritis. Manfaatkan forum-forum di desa untuk mengajak orang peka dan peduli. Partisipasi politik harus dibumikan, bisa lewat kultural. Hidupkan seni. Orang berinteraksi sering di komunitas. Buatlah sanggar, minimal tempat untuk orang bertemu. Jangan rapat-rapat formal.

Orang jadi peduli ketidaksetaraan, dll. Di situ awal pembentukan citizenship. Mengukur demokrasi itu di jalan. Milenial memvideokan kecelakan daripada menolong lebih dahulu. Proses sosial di kampung harus diperkuat kembali.

Kita ini kontestasi. Jadi harus banyak mengeluarkan narasi tentang kampung. Pergerakan online dan offline penting.

Nadi di kampung harus diperkuat karena mereka jadi indicator citizenship itu ada atau tidak.

Agama memberi mimpi tentang surga. Demokrasi mencegah adanya neraka di dunia.

Berpikir kritis itu menyehatkan.

saling silang ide antar pembakti japung turut hadir juga Dr.Arie Sudjito akademisi UGM ( sosiologi departement)

 

Sumangku (Tangerang):

Lurah seniman. Pemimpin yang baik dihambat oleh orang-orang lain. Lurah baik, camatnya takut, dll.

 

Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si:

Tidak banyak jumlah lurah yang memahami amanah, membuat terobosan.

Dana desa menggerakan roda ekonomi. Membentuk karakter itu sulit di Indonesia. Kampung adalah tempat interaksi dibangun kembali. Kultural digabung dengan ekonomi? Pemberdayaan ekonomi bisa bermakna pendidikan politik. Kesadaran individu harus diorganisir jadi kesadaran komunitas. Pemimpin komunitas: yang mampu menggerakkan potensi. Berkomunitas akan membantu mendapatkan ide (misal nulis blog), melawan preman politik.

Anak muda sekarang suka mengetahui sedikit-sedikit, tapi tidak dalam. Ajak mereka sesuai minat dan kapasitas mereka. Kita memberi menu saja.

 

Iik (Trie Utami):

Teman-teman Japung, mari belajar analisa sosial. Jangan sampai apa yang kita lakukan bertabrakan dengan yang ada di lapangan, membangun masalah baru di atas masalah yang belum selesai. Membangun Indonesia tidak cuma ekonomi, kultural, tapi poleksosbudhankam.

 

(Mas Didit, Kampung Reptile)

Punya komunitas seni tapi jarang berhubungan dengan pemerintah desa. Harus dikembangkan tapi jangan minta uang. Suka malas kalau sudah melibatkan uang, takut ada perpecahan. Kita dan alam merupakan bagian dari semesta. Jadi manusia harus menjaga alam semesta.

Bambang Irianto

Kisah sukses Glintung dan pendampingan Karawaci. Memperbaiki kampung dimulai tanpa biaya. Mengundang semua pihak, akademisi untuk menjadikan sebagai lab alam.

 

Redy Eko Prastyo

Terus menerus lakukan counter narasi yang produktif pada info info yang negative. Fokuskan ke hal-hal positif kampung (misal melalui media sosial), supaya sudah tidak punya waktu untuk nyinyir (menjelek-jelekkan orang atau komunitas lain)

 

 

Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si

Kisah-kisah teman pembakti Japung bisa menginspirasi. Dunia akademis mengeklusi diri. Banyak tuntutan. Pendidikan sebagai industri. Kecuali kita mensubversi gagasan. Kontestasi gagasan: ceritakan pencapaian (narsis) tidak apa-apa tapi kan untuk disebarkan dan menginspirasi. Ajak mahasiswa untuk melakukan riset terkait komunitas tertentu. Jangan bungkam lihat permasalahan kampung. Japung harus memperluas jaringan: daya jelajah informasi—memaknai atas info kampung. Proses ditekankan bukan pada sekadar output yang baik. Bagaimana memanfaatkan seni (politik diberitakan melalui seni)?

Politik identiknya buruk di masyarakat. Padahal politik itu seni menguasai kekuasaan. Gerakan detoksifikasi (membersihkan ruang publik dari racun yang merusak), jangan hanya menghindari racun.

 

Dhidik Nini Thowok:

Tari Gandrung (sempat dilarang karena satu dan lain hal). Penari perempuan pakai dalaman (atau legging). Keraton Yogya punya aturan gelungan ya gelungan, tidak pakai kerudung, pakai kemben. Tari cross gender dilabel yang jelek-jelek. Topeng Cirebon (perempuan membawakan karakter laki-laki, Janoko ditarikan perempuan). Sejarah tidak dipelajari. Kenapa hal ini sekarang jadi masalah? Tari Gambyong UNY penari pakai kemben dilarang ditonton. Tari di Irian, perempuan bertelanjang dada secara tradisi ya memang demikian. Ada filosofinya. Agama jangan dicampuradukkan dengan seni. Cari saja tari dari Sumatera yang memang sudah dari awal pakai kostum tertutup.

berbagi cerita tentang geliat kampung antar pembakti

Iik (Trie Utami):

PR Institusi Pendidikan. Kesenian sebagai atraksi budaya, dahulu jadi bagian perekat dari situasi yang ada. Tapi kita tidak boleh hanya berhenti secara kultural. Kita harus menyelipkan kembali nilai-nilai atau misal secara ilmiah atau akademik. Melalui kesenian potret peradaban, kita menjadikan ini sebagai alat. Borobudur sebagai monumen peradaban: 50an yang diketahui, biang2 alat musik. Apa yang ada di relief Borobudur ini bisa ditemukan di seluruh dunia. Kita punya peradaban yang luhur dan tinggi.

Sound of Borobudur

 

Dhidik Nini Thowok:

Relief di Prambanan. Lebih lengkap di Prambanan daripada yang ada di india. Karana sumber segala gerak dari tari dan bela diri.

 

Dwi Cahyono:

Kunjungan desa-desa oleh Hayam Wuruk untuk fungsi politis: mapping desa-desa di Jawa Timur (semacam sonjo kampung). Pemahaman mikro dibutuhkan oleh pemerintah pusat. Prasasti sebenarnya sudah menunjukkan bahwa sejak dahulu ada semacam Perdes. Ini reeferensi tekstual.

 

Supriono:

Posisi kampung ada di perbatasan, kurang dapat perhatian. Tidak mengharapkan bantuan apapun. Ada ketidakadilan yang dilakukan oleh oknum. Menghindari gesekan dengan masyarakat dan pemerintah. Belum tahu kepada siapakah harus mengadu?

 

Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si

RPJN Desa >> RKPDes >> RPBDes

Masyarakat bisa ikut memutuskan lewat musyawarah desa.

Supaya ada sinergi komunitas dengan desa, tidak boleh cuek (seperti yang dilakukan Mas Didit) urusan pemerintah desa. Ingatkan desa!

Misal, pilkada memecah belah masyarakat.

Seni bisa dimanfaatkan untuk menciptakan perdamaian (jangan ‘diperalat’ dengan direkayasa). Jangan protes ini itu tentang suatu seni yang sudah ada dari dulu kala. Buatlah yang baru jika keberatan. Berkumpul dengan orang-orang dengan idealism yang sama supaya tidak jadi pragmatis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *