Rangkaian Pembuka BUEN festival ke-1 2016 Penajam Paser Utara

Rangkaian Pembuka BUEN festival ke-1
2016
Penajam Paser Utara

buen1

para muda mudi paser, belajar anyaman janur pohon kelapa

Bansu Tatai Danum atau manusia yang hidup ditepi-tepi air, Itulah yang menggambarkan sebuah perkampungan WARU tua…Logvond SDR.
Berada ditepiAn sungai, Belantara masa lalu yang hingga kini masih terlihat diantara perkembangan. Bekantan masih berkeliaran Bebas, beberapa pohon Besar berusia puluhan hingga ratusan tahun, jalan2 setapak, Teriakan anak kecil-“Jual GorengAn” menawarkan dari ujung ke ujung perkampungan, sepeda-sepeda kecil msh melaju bebas, penduduk yang bercengkrama diteras2 rumah, ramah…..Saya bisa katakan full of KetenangAn…

BUEN FESTIVAL merupakan gelaran program warga Paser dan penajam umumnya,menjadi sebuah Hari Raya Kebudayaan, yang tentunya berbasis kampung. Geliat BUEN FESTIVAL ini mulai di dimulai dengan segala persiapannya,diantaranya kesiapan bagaimana mengelola sebuah acara yang berbasis warga secara mandiri, serta sinergi dari banyak element dari yang muda sampai ke yang tua,mereka bahu membahu bagaimana membangun effort dan spirit kreatif tetap berlandaskan pada akar kebudayaannya.

Muda mudi Paser, di bawah koordinator seorang Jamal,mampu bergerak secara kolektif bagaimana pemuda mensinergikan energinya para ruang yang produktif, serta tetap harmoni dalam menyikapi sebuah perkembangan dengan dasar akar budaya yang kuat. Semangat BUEN, tentunya penting bagi spirit jangka panjang masyarakat PASER serta PENAJAM pada umumnya.

geliat BUEN FESTIVAL sebagai HARI RAYA KEBUDAYAAN warga paser,akan menempatkan masyarakat kampung paser bukan sebagai masyarakat kelas dua lagi,sebagaimana orang yang katanya modern mendengungkan bahwa warga kampung sebagai kelas warga nomer 2,justru dari kampung lah ide ide genius bermunculan ,dan ini dibuktikan oleh para muda mudi paser serta sinergi dari tokoh masyarakat paser penajam bagaimana daerah ini menjadi MUTIARA yang BENAR BENAR MUTIARA.Sehingga layak sebagai kantong atau ruang yang bermartabat serta dimensi Manusia nya juga.

reportase : Jamal Paser Kaltim




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *