REKOMENDASI PERSAMUHAN PEMBAKTI KAMPUNG NASIONAL 2019

Berdasarkan hasil diskusi dan pengamatan yang dilakukan pada Hari Minggu, 27 Oktober 2019 di Anyer Serang Banten tentang permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh para pembakti kampung diberbagai daerah di Indonesia yang diklasifikasikan ke dalam 3 tema pembahasan yaitu kebangsaan, tanah air, dan bahasa maka dirumuskanlah beberapa rekomendasi di berikut ini :

 

  1. Rekomendasi Kebangsaan

-, Mendesak BPIP untuk melakukan insiatif sinkronisasi antar kementerian (clearing house) dan membuat regulasi antar kementerian yang diperkuat dengan peraturan pemerintah dalam penguatan kelembagaan secara sistemik dalam internalisasi nilai-nilai kebangsaan pusat dan daerah.

-, Mendesak pemerintah dalam merevitalisasi kearifan lokal sebagai upaya penguatan identitas ke Indonesiaan dalam mengatasi konflik atau kerawanan sosial antar daerah, menangkal radikalisme, dan menyaring kebudayaan asing.

-, Mendesak pemerintah untuk meningkatkan peran strategisnya dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan (koperasi) serta melakukan intervensi regulasi terhadap segala bentuk usaha yang tidak memihak kepada rakyat.

-, Mendesak pemerintah untuk mengatasi krisis iklim global dengan melakukan peningkatan energi terbarukan, serta serius melakukan penegakan hukum dan menghentikan kerusakan hutan dengan melibatkan masyarakat desa.

-, Mendesak pemerintah dalam perannya meningkatkan perlindungan sosial dan rasa aman bagi masyarakat yang tertimpa bencana di daerah terluar dan daerah konflik melalui kebijakan pemerintah untuk pemulihan ekonomis secara cepat dan tepat.

 

  1. Rekomendasi Tanah Air :

-. Mendesak pemerintah secara maksimal untuk menumbuh kembangkan serta menguatkan industri maupun lembaga kreatif perempuan dengan melibatkan public private sector.

-. Mendesak pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui lembaga perempuan dengan penguatan alokasi dana khusus yang tepat.

-.mendesak pemerintah dalam perlakuan khusus dengan melibatkan lintas sektoral (multi stakeholder) termasuk masyarakat dalam mengatasi masalah kekerasan terhadap perempuan dan human trafficking.

-, Mendorong pemerintah untuk menerbitkan regulasi di tingkat desa dalam menyetarakan hak-hak perempuan di berbagai sektor.

-. Mendesak pemerintah dalam meningkatkan partisipasi politik bagi perempuan melalui peran pendidikan politik yang Pancasilais.

-. Mendesak pemerintah untuk memperkuat fungsi atau peran kementrian PPA dan Kesehatan  dalam menangani ketahanan  keluarga (kesehatan, kesejahteraan, perlindungan, kenyamanan, dan difabel)

 

  1. Rekomendasi Bahasa dan Seni Budaya

-Perlu dukungan pemerintah melalui dana desa dan atau antar desa untuk kegiatan festival serta melakukan pelatihan-pelatihan untuk event berkelanjutan.

-Perlu meningkatkan kesadaran kelompok masyarakat terhadap pengelolaan pariwisata yg berbasis alam dan budaya

-. Perlu melakukan dukungan publikasi dan promosi (media promosi) terhadap potensi desa global yang dilakoni langsung oleh masyarakat dan posisi pemerintah sebagai fasilitator

-. Perlu dukungan pemerintah terhadap wadah pengarsipan benda-benda budaya dan membuat aturan tertentu agar tidak mengkomersilkan benda-benda artefak yang dimiliki oleh komunitas termasuk pribadi kecuali melakukan replikasinya

-. Perlu mendesak pemerintah untuk menerbitkan regulasi yang berhubungan dengan pelestarian adat istiadat dan mempersingkat/mempermudah proses birokrasi antara pusat dan daerah

-. Perlu membuat forum komunikasi pelaku festival yang berbasis gotong royong secara berkelanjutan (budaya, ekonomi dan lingkungan hidup).

-. Perlu melakukan rekruitmen volunteer dalam membangun jaringan (sister festival) yang berdasarkan potensi lokal dengan keunggulannya dan membuat standarisasi secara partisipatif.

-. Mendesak BPIP untuk melakukan inisiatif terhadap koneksitas (Piagam Kerjasama) Kementrian atau badan dalam implementasi nilai-nilai pancasila, secara khusus Menko PMK, Depdagri, Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Desa dan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

 

Tertanda Tim Perumus :

  1. Sabar Suastono (Surabaya)                                       (                               )

 

  1. Akmad Bustanul Arif (Kalimantan Timur)               (                               )

 

  1. Febri Irwansyah (Sumatera Selatan)               (                               )

 

  1. Ana Sopanah (Malang)               (                               )

 

  1. Ira Pelitawati (Muara gembong)               (                               )

 

  1. Hapri Ika Poigi (Sulawesi Tengah)    (                              )

 

  1. Nina Chrisna (Yogyakarta)    (                              )

 

  1. Yudha Bantono (Bali)    (                              )

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *