SEJARAH KAMPUNG SUKOWATI WLINGI BLITAR

SEJARAH KAMPUNG SUKOWATI

 blitar

  1. SEJARAH KAMPUNG YANG BERBASIS ALAM DAN SEJARAH       

Pada tanggal 20 Mei 2010 tim arung jeram dari Blitar dan Malang mengadakan survey lokasi sungai Genjong yang terletak di Desa Plumbangan Dan Suru Doko. Tim yang terdiri dari 10 orang termasuk juga ketika itu Bapak Eko Susanto (Sekarang sekertaris Bapedda), Carik Suru dan Lurah Plumbangan ibu Mariyah ikut serta dalam rombongan. Menyusuri sungai Genjong dengan menggunakan 2 buah perahu karet yang sengaja di bawa dari Malang untuk kebutuhan survey lokasi ini. Tim start dari Desa Plumbangan kemudian menyusuri sungai dengan debit air yang cukup untuk kegiatan arung jeram, menurut informasi yang telah dihimpun sungai genjong merupakan sungai dengan karakter flat dengan jeram yang tidak banyak namun banyak sekali kedungan yang dalam, ekosistem yang terjaga sehingga hewan – hewan liar banyak sekali dijumpai mulai dari biawak, ular, ikan jendil, keprek, berot, burung. Ditengah perjalanan kita berhenti di rest area di jembatan Pace, setelah perahu ditambatkan kamipun melompat dari cadas – cadas tepi sungai untuk sekedar melepas lelah kami.

 

Setelah beberapa saat kami melepas lelah kamipun melanjutkan perjalanan menuju finish yaitu di Desa Carang kembang Suru doko, perjalanan ditempuh selama 4 jam pengarungan. Dalam keberlanjutannya sungai Genjong baru dikelola pada tahun 2012 Oleh Operator arung jeram Ngarai Genjong, selama kurun waktu 2012 – 2015 ini sudah banyak sekali pengunjung baik manca negara maupun domestik yang melakukan kegiatan baik itu Arung Jeram, Outbound, Outdoor Prewedding, Natural Walking, Tubing, Wisata Desa. Pelibatan masyarakat sangat mempengaruhi pelayanan, pelatihan – pelatihan guide dan rescue terus diberikan untuk menambah skill dan hasilnya ada 5 guide yang memiliki sertifikasi pemandu arung jeram yang dikeluarkan oleh BNSP dan LSP Nasional. Kami sadar betul bahwa potensi wisata di Plumbangan ini bagus sekali untuk dikembangkan, maka kami berinisiatif untuk mengembangkannya secara luas dan nantinya bisa dinikmati oleh masyarakat.

Pada bulan Maret 2014 kami mengundang perwakilan dari Kecamatan Doko, Babinsa, Koramil, Polsek Doko, Tokoh masyarakat, perangkat Desa serta perwakilan dari 4 Dusun yaitu Dusun Plumbangan, Barek, Precet dan pagak, hadir juga ketika itu Bapak Djarot Syaiful Hidayat sebagai motivator kegiatan, peserta lebih dari 100 orang. Potensi – potensi desa antara lain, sungai Genjong dan sungai Tiko, Hutan Jati, Pemandangan alam, hasil alam berupa kayu jati, pembuatan barongan, industri kerupuk, industri makanan ringan, kondisi topografi, pertanian, kebudayaan, candi hal ini merupakan nilai plus yang disampaikan oleh pamong desa dan pendamping, dari pemaparan tersebut maka terjadilah dialog interaktif antara pamong desa dengan masyarakat, yang intinya masyarakat setuju jika Desa Plumbangan menjadi Desa Wisata, kearifan lokal inilah yang menjadi pemersatu antara masyarakat, pemerintah desa dan leluhur.

 

 

 

  1. PROFIL UMUM DESA
    • Letak Administratif
  • Jarak desa ke ibu kota Kecamatan =  7 Km
  • Waktu tempuh ke Kecamatan =  10 Menit
  • Jarak tempuh ke ibu kota Kabupaten =  25  Km
  • Waktu tempuh =  45 Menit
  • Ketersediaan angkutan umum =  Tersedia setiap hari.
    • Demografi

Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2014 jumlah penduduk Desa Plumbangan  adalah terdiri dari 1.705 KK, dengan jumlah total 5.554 jiwa, dengan rincian 2.778 laki-laki dan 2.776 perempuan sebagaimana tertera  pada  Tabel 4.

Tabel 1.1

Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia

No Usia Laki-laki Perempuan Jumlah Prosentase
1 0-4 120 Orang 117 Orang 237 Orang 4,27 %
2 5-9 181 Orang 153 Orang 334 Orang 6,01 %
3 10-14 198 Orang 181 Orang 379 Orang 6,82 %
4 15-19 221 Orang 188 Orang 409 Orang 7,36 %
5 20-24 211 Orang 184 Orang 395 Orang 7,11 %
6 25-29 210 Orang 216 Orang 426 Orang 7,67 %
7 30-34 241 Orang 236 Orang 477 Orang 8,59 %
8 35-39 180 Orang 212 Orang 392 Orang 7,06 %
9 40-44 214 Orang 225 Orang 439 Orang 7,90 %
10 45-49 218 Orang 226 Orang 444 Orang 7,99 %
11 50-54 189 Orang 198 Orang 387 Orang 6,97 %
12 55-58 129 Orang 122 Orang 251 Orang 4,52 %
13 >59 466 Orang 518 Orang 984 Orang 17,72 %
Jumlah Total 2.778 Orang 2.776  Orang 5.554 Orang 100,00%

 

Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 20-49 tahun Desa Plumbangan  sekitar 2.573 atau hampir 48,33 %. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.

Tingkat kemiskinan di Desa Plumbangan  termasuk tinggi. Dari jumlah 1.705 KK di atas, sejumlah 318 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera; 387 KK tercatat Keluarga Sejahtera I ; 677 KK  tercatat Keluarga Sejahtera II; 304 KK tercatat Keluarga Sejahtera III; 19 KK sebagai sejahtera III plus. Jika KK golongan Pra-sejahtera dan KK golongan I digolongkan sebagai KK golongan miskin, maka lebih 41,35 % KK Desa Plumbangan adalah keluarga miskin.

 

  • Kondisi Geografis

Secara geografis Desa Plumbangan terletak pada posisi 7°21′-7°31′ Lintang Selatan dan 110°10′-111°40′ Bujur Timur. Topografi  desa ini adalah berupa dataran tinggi dengan ketinggian yaitu sekitar 300 m di atas permukaan air laut. Letak Desa Plumbangan berada diantara 3 desa lain yang juga masih termasuk dalam wilayah kecamatan Doko dan kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar . Adapun batas desa tersebut adalah :

  1. Sebelah Barat berbatasan dengan : Desa  Wlingi Kec Wlingi
  2. Sebelah Timur berbatasan dengan : Desa Suru Kec Doko
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan : Desa Wlingi Kec Doko
  4. Sebelah Utara berbatasan dengan : Desa Sumberurip Kec. Doko

 

  • Kondisi Fisik Desa

Desa Plumbangan merupakan wilayah yang terdiri dari pemukiman penduduk , tanah tegalan , perkebunan rakyat ,  lahan persawahan dengan  luas wilayah desa 655.155 Ha. Dimana seluas 97 Ha adalah pemukiman penduduk dan sisanya adalah lahan kering & areal persawahan. Wilayah Desa Plumbangan dilewati sungai Genjong sepanjang 5 km.  Iklim Desa Plumbangan berdasarkan data BPS kabupaten Blitar tahun 2013, selama tahun 2013 curah hujan di Desa Plumbangan rata-rata mencapai 2.400 mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember hingga mencapai 405,04 mm yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2009 – 2013.

 

  1. VISI

Menciptakan Desa Wisata yang bersih, aman, nyaman, tentram, dinamis serta seni dan budaya lokal yang berkualitas.

 

  1. MISI
  2. Meningkatkan Kesejahteraan masyarakat dengan motivasi dan komitmen bersama membangun pola pikir yang rasional
  3. Melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya tradisional
  4. Meningkatkan Sumberdaya Daya Manusia ( SDM ) dan Sumber Daya Alam yang berkualitas dan berkembang.
  5. Mengutamakan kualitas Desa Wisata Berbasis Masyarakat
  6. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membangun Desa wisata yang bersih, aman dan nyaman

 

  1. POTENSI DAN DAYA TARIK WISATA

Tabel 1.2

Tabel Potensi dan Daya Tarik Wisata

POTENSI DESA WISATA
Alam 1.    Hutan Jati

2.    Areal Persawahan Terasiring

3.    Arung Jeram Sungai Genjong

4.    Arung Jeram Sungai Tiko

5.    Membajak Sawah Dengan Kerbau

6.    Memancing Belut / Ikan

7.    Menjala Ikan Disungai

8.    Gogo Ikan Disungai

9.    Menanam Padi

10.    Memanen Padi

Budaya 1.    Candi Plumbangan

2.    Petilasan Eyang Sukowati

3.    Petilasan Eyang Blumbang

4.    Petilasan Watu dakon ( Sanan )

5.    Petilasan Eyang Punden Sari

6.    Petilasan Eyang Beji Rejo

7.    Petilasan Padepokan Petung Kuning

8.    Petilasan Eyang Wolo

9.    Upacara Bersih Desa (Setiap Tahun)

Kesenian 1.    Langen beksan

2.    Warokan

3.    Mondolan

4.    Jaranan

5.    Kerawitan

Industri Rumah Tangga 1.    Kerajinan Barongan Dan Kuda Lumping

2.    Pembuatan Sale Pisang

3.    Pembuatan Ekstrak Empon-Empon/Jamu

4.    Pembuatan Krupuk

5.    Pembuatan Sambal Kacang

6.    Pembuatan Rengginang

7.    Pembuatan Aneka Keripik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 1.3

Pengembangan Potensi Wisata Tahun 2015 – 2018

 

POTENSI DESA WISATA
Pembangkit Mikro Hidro 1.     Bendungan di dusun pagak ini bisa digunakan untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro, selain untuk irigasi lokasi ini bisa dimanfaatkan untuk lokasi pemancingan.

2.    Pembangkit listrik ini dimanfaatkan  penerangan jalan (PJU) maupun untuk menyuplai listrik sentra Kerajinan, Peternakan maupun untuk kebutuhan khusus.

Museum Purbakala 1.    Desa Plumbangan memiliki aset Kepurbakalaan yang cukup banyak yang disimpan di Trowulan dan Museum Candi Penataran, ada juga sisa – sisa peninggalan itu tersimpan disekitar rumah warga dan kebun – kebun sekitar rumah warga. Karena Desa Plumbangan belum memiliki tempat yang representatif untuk menyimpan benda – benda purbakala tersebut, maka yang terjadi adalah pembiaran di lokasi – lokasi tersebut. Jumlahnya mencapai puluhan. Patung Dewa Siwa, Hanoman, batuan bekas candi dan masih banyak lagi, bila situs – situs ini digali maka akan menambah perbendaharaan kepurbakalaan nasional serta untuk menambah koleksi Desa Wisata Sukowati.
Sentra kerajinan kayu jati

 

1.   Desa Plumbangan bekerja sama dengan Perhutani dan LMDH mengelola hutan jati dengan total luasan 302 HA, memungkinkan untuk membuat kerajinan kriya kayu dengan bahan baku jati, adapun jati yang digunakan adalah ranting dan akar jati yang telah ditebang.

2.   Lokasi untuk sentra kerajinan ini berada di Dusun Barek

Kolam Renang 1.   Lokasi sekitar 1 HA aset Desa Plumbangan, lokasi dekat dengan sumber air (tanpa pompa air, disalurkan melalui pipa dari sumber air), dekat dengan akses jalan raya, sekitar lokasi adalah pemukiman penduduk.

2.   Sebagai tempat penjualan suvenir

3.   Pasar seni

4.   Panggung hiburan

Bumi Perkemahan Hutan Jati 1.   Rencana kedepan hutan jati pagak ini digunakan untuk trek sepeda gunung, Airsoftgun, Paintball, bumi perkemahan, lokasi outboundjunggle tracking, Natural Walking penginapan, Rumah pohon,  serta tempat untuk coworking space (Bekerja sama dengan Coworker dari seluruh dunia)
Pertanian 1.     Pertanian ubi jalar

2.     Pertanian merica

3.     Tanaman obat

4.     Tanaman buah – buahan

Prokasih (Program kali bersih) 1.    Pembersihan Sungai Secara Berkala

2.    Penebaran Bibit Ikan diSungai

 

  1. AKSESIBILITAS

Akses menuju Desa Wisata Sukowati dapat dtempuh menggunakan berbagai macam transportasi kendaraan antara lain ; bis, elf, mobil pribadi dan kereta api. Bila menggunakan Kereta Api, Stasiun terdekat adalah Stasiun Wlingi, jarak antara Stasiun Wlingi dengan Desa Plumbangan adalah 4 KM atau 15 menit. Jikalau menggunakan kendaraan umum atau untuk kendaraan pribadi jalur terdekat adalah jalan poros Propinsi Wlingi – Malang atau jalur alternatif Batu – Ngantang – Wlingi – Plumbangan. Untuk rambu – rambu dan penunjuk arah menuju Desa Wisata Plumbangan sudah tersedia. Untuk biro perjalanan wisata yang telah bekerjasama dengan Desa Wisata Sukowati antara lain PT. Sarana Citra Mandiri Tour and travel, Surabaya dan Dejavu Tour and Travel, Surabaya sedangkan untuk freelance ada dari daerah Malang, Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto.

  1. SARANA DAN PRASARANA KEPARIWISATAAN

Sarana untuk penginapan bisa menggunakan rumah penduduk maupun tenda, sarana air bersih, listrik, kamar mandi, WC, tempat parkir telah tersedia disetiap rumah penduduk. Untuk Kantor pos, Bank / ATM lebih dekat di wilayah Wlingi jaraknya hanya 3 Km dari Desa Plumbangan. Untuk perencanaan kedepan Desa Wisata Sukowati akan menyediakan bak sampah organik dan non organik  disetiap rumah, fasilitas umum dan bak penampungan utama. Desa Plumbangan bekerjasama dengan Dinas Kebersihan wilayah Timur sampah – sampah yang telah dipilah baik organik maupun non organik di bak penampungan utama akan diangkut menggunakan truk sampah.

  1. KELEMBAGAAN

Sebagai salah satu syarat utama dalam pembentukan Desa Wisata adalah Struktur Organisasi, Struktur organisasi dari Desa Wisata Plumbangan merupakan perkumpulan dari berbagai macam elemen serta melibatkan 4 Dusun dalam satu Desa mulai dari Tokoh Agama, Budaya, Masyarakat, Adat, Oranisasi Pemuda (Karang Taruna), LMDH, Gapoktan, PKK, Perangkat Desa, BPD, Babinsa, Masyarakat. Karena kami sadar bahwa, tujuan dan cita – cita kami sangat besar untuk kesejahteraan masyarakat Desa Plumbangan melalui program Desa Wisata. Dengan semangat gotong royong yang dilandasi ideologi Pancasila, kami bahu membahu mensuksekan program ini tanpa adanya perbedaan suku, agama dan ras.