Pembukaan Waditra Djimbe Festival#1 (Kampung Kendang Sentul)

Bergerak itu memang harus dari kampung dan kampung harus dijadikan sebagai lumbung ide serta inspirasi sehingga tercipta hidup gotong royong, guyub sukun dan damai. Di kota Blitar selain mengunjungi makam sang proklamator kemerdekaan Indonesia Bung Karno, ada satu kampung kecil yang wajib kita kunjungi yaitu Kampung Kendang Sentul Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar. Butuh waktu sekitar 15 menit dari pusat kota untuk  menuju ke kampung ini.

Tidak saja terkenal dengan sentra industri alat musik Djimbe yang pemasarannya ke Korea Cina, Afrika hingga ke Eropa. Kampung Kendang Sentul juga mengisi rutinitas warganya dengan mengadakan festival kampung setiap tahun yakni Waditra Djimbe Festival yang pertama kali di Kota Blitar. Nah kata Waditra sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yakni musik instrumen dan yang pasti ada hubungannya sama kampung Kendang Sentul karena di kampung ini merupakan kampung sentra pembuatan jenis instrumen Kendang.

Dengan adanya festival Waditra ini sebagai awal memulai melestarikan dan mempertahankan budaya gotong royong, semangat guyub rukun antar warga, dan sekaligus rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang barusan di peringati. Festival ini digelar hari Sabtu-Minggu, 25 sampi 26 (sabtu dan Minggu) Agustus 2018 di Kampung Kendang Sentul persis depan Rumah (alm) Mbah Wo mantan Lurah sentul yang jadi panutan masyarakat Sentul.

Sebelum malam pembukaan festival ini ada beberapa rangkaian acara lain yang dilakukan oleh masyarakat Sentul yakni kerja bakti gotong royong bersih desa, lomba mewarnai Djimbe oleh para pengrajin, lomba solo Djimbe player dan grup, bazaar produk unggulan di kampung ini dan kolaborasi 1000 djimbe oleh peserta dan para musisi.

Nah festival yang pertama ini, dimeriahkan oleh berbagai  elemen masyarakat disekitar kota Blitar dan yang menarik lagi ada kedatangan maestro-maestro  Djimbe, musisi, seniman yang datang dari berbagai kota yakni Malang, Bandung, Jogja, Pacitan dan jakarta.“Kami berharap, demi suksesnya kegiatan ini, kami mengajak warga masyarakat berpartisipasi aktif dengan turut menghadiri Waditra Djembe Festival berikutnya,” kata Sugeng penggagas Waditra Djimbe Festival.

Nah jangan kuatir untuk cinderamata yang ingin dibawah pulang dari kampung ini, karena kita dapat membeli miniatur dan souvenir selain djimbe seperti rebab dan miniatur permainan traditional dengan harga yang sangat murah. Nah buat kalian yang berkunjung ke kampung ini bisa menginap juga di home stay dan di rumah warga kampung yang ada di sekitar dengan harga yang sangat murah.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *