AYO SALING GOTONG ROYONG UNTUK PENDIDIKAN ANAK KAMPUNG

Nomor Rekening: Bank bjb 0097566879100 a.n. Cendekiawan Kampung Indonesia

Saat impian itu dimulai, saya yakin tidak akan menemui rintangan yang berarti sepanjang ada banyak orang baik yang berdiri di kanan dan kiri. Mimpi membangun kawasan perkampungan dengan meningkatkan kualitas eksponen kampung dengan jalan pendidikan akan menjadi kenyataan dengan serat utama Pancasila, yakni gotong royong.

Lihat foto dalam poster yang saya lampirkan, saya ditemani kawan baik, Miftahul Hakim (seorang guru muda dan relawan komunitas KNP–Ketimbang Ngemis Pandeglang) mempresentasikan program Cendekiawan Kampung kepada seorang Kepala Program Studi di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Setia Budhi Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Banten, Ibu Ade Eka. Saya mengajak beliau untuk bekerja sama menyiapkan para maestro kampung dengan memfasilitasi beasiswa bagi anak-anak kampung yang telah terpilih melalui mekanisme seleksi dan bedah visi membangun kampung.

Melalui kerja bareng, akhirnya delapan anak kampung dari keluarga kurang berada mayoritas berasal dari Kabupaten Pandeglang, Banten, bisa kuliah. Namun, kerja bareng itu tidak serta merta menghalau beberapa rintangan. Memang, melalui gotong royong pula, Cendekiawan Kampung berhasil menyediakan hunian asrama (Rumah Cendekiawan) bagi anak-anak kampung selama kuliah, memberikan uang saku bulanan selama semester pertama ini, dan memberikan pendampingan belajar dan adaptasi kehidupan kampus secara berkala.

Tetapi ada biaya yang belum tertutupi program beasiswa yang belum berhasil kami talangi. Dalam proses awal masuk kuliah, pihak kampus merilis beberapa hal yang harus dibayarkan mahasiswa seperti biaya gedung, almamater, ospek mahasiswa dan lain-lain yang bila ditotalkan sejumlah 5.000.000 (lima juta rupiah). Biaya tersebut harus dilunasi sepanjang semester pertama, dan anak-anak kami telah menandatangani (atas sepengetahuan CK) ketentuan itu di dokumen bermaterai. Lewat teman-teman dekat yang kami mintai bantuan, kedelapan anak ini baru bisa kita bantu sebesar masing-masing 2.000.000 (dua juta rupiah).

Kini tersisa tagihan sebesar 3.000.000 (tiga juta rupiah) untuk masing-masing anak yang harus dibayarkan sepekan sebelum UAS (Ujian Akhir Semester) dilaksanakan. Sementara UAS di kampus akan dilaksanakan pada 20 Januari 2020. Ada sekitar 24.000.000 (dua puluh empat juta rupiah) yang diperlukan untuk melunasi sisa tunggakan anak-anak agar bisa mengikuti UAS dan mengikuti perkuliahan pada semester berikutnya.

Di sini saya ingin mengetuk hati teman-teman yang tertarik membantu membiayai tunggakan pembayaran mereka. Sebagai pimpinan Cendekiawan Kampung, saya mengajak teman-teman untuk saweran. Andai Ada 100 orang yang tersentuh untuk membantu, maka per orang hanya cukup mendonasikan uang sebesar 240.000 (dua ratus empat puluh ribu rupiah). Tentu apabila yang turut serta dalam gotong royong lebih banyak atau jumlah sumbangan lebih besar, maka kedelapan anak kampung yang sedang kuliah akan terbantu. Ini sudah barang tentu tidak menutup peluang siapa pun yang ingin membantu dengan jumlah berapa saja.

Semoga dalam dua pekan ke depan, dana yang dibutuhkan bisa terkumpul dan anak-anak bisa melanjutkan proses perkuliahan dengan lancar.

Bagi yang ingin saweran, dapat kirim ke:

Nomor Rekening: Bank bjb 0097566879100 a. n. Cendekiawan Kampung Indonesia

Untuk menghindari penipuan, bagi yang ingin ikut saweran, mohon kirim pemberitahuan lewat WA Pribadi saya 083806448944.

Semoga di awal tahun 2020 ini, kita bisa menjadi salah satu dari barisan peduli pendidikan di Indonesia.

ATIH ARDIANSYAH
Pembakti Cendekiawan Kampung




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *