Budidaya Lebah Kampung Menuai Potensi Kesejahteraan warga Kampung Anggur Banten

Kampung adalah tempat tinggal sekelompok penduduk, kompleks perumahan, dikelilingi oleh pekarangan, terkurung pagar yang menunjukkan batasnya dengan jelas. Kampung juga dapat diartikan sebagai kumpulan rumah sebagai kesatuan unit adminstrasi yang meliputi suatu area yang tersendiri dari permukiman inti dan beberapa permukiman yang lebih kecil. Kampung merupakan suatu kesatuan lingkungan tempat tinggal yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang terdiri dari kesatuan keluarga-keluarga. Kumpulan sejumlah kampung disebut desa. Kampung adalah satu-satunya jenis permukiman yang bisa menampung golongan penduduk Indonesia yang tingkat perekonomian dan tingkat pendidikan paling rendah meskipun tidak tertutup bagi penduduk berpenghasilan dan berpendidikan tinggi (Khudori, 2002). Kampung masih merupakan satuan teritorial dan sosial terkecil dalam sistem administrasi dan kemasyarakatan Indonesia sehingga setiap kampung memiliki organisasi sosial yang dibentuk oleh warga kampung tersebut yang mengatur dan mengawasi tata tertib kemasyarakatan warga kampung yang bersangkutan.

Sedangkan menurut Lukman Ali et, al (1995:438), kampung memiliki pengertian sebagai berikut:

  1. Kelompok rumah yang merupakan bagian kota (biasanya dihuni orang berpenghasilan rendah)
  2. Desa; dusun
  3. Kesatuan administrasi terkecil menempati wilayah tertentu di bawah Kecamatan
  4. terbelakang (belum modern); berkaitan dengan kebiasaan di kampung; kolot

Secara geografis kampung adalah suatu hasil perpaduan; suatu wujud atau kenampakan di muka bumi yang ditimbulkan oleh unsur fisiografi, sosial, ekonomi, publik dan kultural yang saling berinteraksi antar unsur tersebut dan juga dalam hubungannya dengan daerah-daerah lain. Selanjutnya secara singkat pengertian kampung adalah permukiman manusia yang letaknya di luar kota dan penduduknya bersifat agraris.

Karakteristik Kampung

Dalama buku Raharjo (2014) yang berjudul Pengantar Sosiologi Pedesaan dan Pertanian, dijabarkan dari beberapa pendapat bahwa masyarakat desa/kampung memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. besarnya kelompok primer

  2. faktor geografik yang menentukan sebagai dasar pembentukan kelompok/asosiasi

  3. hubungan lebih bersifat intim dan awet

  4. homogen

  5. mobilitas sosial rendah

  6. keluarga lebih ditekankan fungsinya sebagai unit ekonomi

  7. populasi anak dalam proporsi yang lebih besar.

Prinsip dari kampung merupakan kesatuan masyarakat kecil yang dilengkapi dengan alat-alat memenuhi kebutuhannya sendiri. Daerah kampung harus kecil sehingga semua bagian-bagiannya dapat mudah dicapai dengan berjalan kaki tetapi cukup luas untuk dapat melayani sendiri keperluan-keperluan pokok masyarakatnya, misalnya sekolah dan pasar.

Kampung anggur adalah sebuah kampung tematik yang ada di Banten, Anggur yang merupakan singkatan dari Anggota Masyarakat Gemar Bersyukur ini betul-betul ditunjukkan dengan geliat produktfnya antara lain dengan merespon ruang kampung nya yang dimulai dengan kegiatan konservasi lingkungan yang kemudian berkembang pada geliat peternakan lebah klanceng,dimana populasi lebah di kampung ini menjadi produk unggulan dari kampung ini.

Budi Santosa salah satu pembakti kampung di Kampung Anggur yang  juga menjadi Ketua RW di kampung tersebut, dia memaparkan bahwa dulunya kampung anggur ini tidak seperti ini, ruang kampung nya yang awal kumuh,penuh sampah serta kesadaran kolektif masyarakatnya belum terbangunkan,hal ini memunculkan banyak problematika sosial di dalamnya. Terutama Aspek Kesehatan masyarakat serta komunikasi sosial yang renggang.

Dimulai saat kota Tangerang Banten membuat lomba tentang Lingkungan Hidup yang berbasis kampung, Budi Santoso kemudian mencari Info aktif bagaimana cara memantik serta meng aktivasi kampung agar bergeliat produktif dengan kesadaran yang kolektif di masyarakat.

Akhirnya Budi bertemu dengan seorang pembakti kampung dari Malang Jawa Timur, yang sudah malang melintang serta mendampingi kampung-kampung di tanah air. Sosok ini bernama Bambang Irianto, dengan bertemunya Budi dengan Bambang Irianto inilah yang kemudia secara psikologi Budi mempunyai energi bahwasannya menggerakkan kampung nya ada seorang mentor yang dengan intens mendampingi gerakan serta geliat kampung nya. Se iring proses kemudian Budi mengajak bambang untuk saling silang ide dengan berdiskusi bersama warga kampung anggur.

Akhir nya formulasi untuk menggeliatkan kampung tersebut dengan pola metode 3G seperti yang dilakukan Bambang Irianto di Malang. Alhasil dalam perjalanan proses masuk tahun ke tiga ini, kampung anggur mulai menemukan bentuk diantaranya menangkap potensi kultural yaitu,dengan mengembangkan budidaya LEBAH KLANCENG dimana lebah klanceng ini paling suka untuk hidup ditaman-taman bunga. Dalam beberapa saat karena geliat lingkungan di gang-gang kampungnya mulai bangkit,Taman-taman hijau yang ada di kampung anggur di sulap juga dengan kandang-kandang lebah klanceng,serta ibu-ibu PKK juga memanfaat hasil olahan madu lembah ini menjadi produk turunan diantaranya berupa minuma madu yang menyehatkan.

Penasaran?/ dengan kampung ini bisa simak video diatas,jangan lupa kasih koment dan masukan yg produktif di channel Jaringan Kampung Nusantara ini. terima kasih. Kampung mu Kampung ku Kampung Kita Indonesia

sebuah saluran digital berasal dari informasi geliat kampung kampung di Indonesia untuk mendapatkan segala info tentang geliat kampung di tanah air bisa juga buka di web kami www.japungnusantara.org #japungnusantara #kampunganggur #potensiwarga 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *