Glagah Tulak – Temu Dusun – 10 desa

Glagah Tulak

cerita panjang platform ini bermula dari 2018 ada keinginan mencampurtangani tradisi di kampung sendiri. waktu berlalu, uji coba mempunyai banyak peluang dan resiko hingga tahun lalu menjajal ngajak 9 jaringan desa lain rekomendasi arekarek. selama 4 hari mereka diterbangkan ke Lombok, bertemu dengan jejaring kampung lain, seniman, dan orangorang pemerintahan.

Tindak lanjutnya perwakilan warga yang karena kebutuhan tata kelola mereka masuk grup wasap melahirkan gagasangagasan segar. Ada kesadaran secara pelanpelan melihat ulang tradisi di masingmasing konteks kampung. Obrolan daring beranjak temu kopi darat di beberapa kesempatan mengerucutkan satu pertemuan di Pelemsari, Sumber yang dituanrumahi kepdes setempat Pak Maspin. Gayung bersambut membuat platform bareng sekaligus investasi nama lembagalembaga baru di masingmasing kampung.

belajar dari pengalaman SKRM Squad, ada eksperimen dalam bidang pembentukan lembaga setelah sebelumnya relasi Hysteria dengan kampung lebih banyak didominasi dengan jaringanjaringan informal setengah liar dan impulsif.
Jadi tahun ini alihalih menaruh event sebagai ujicoba pertama, kami memilih seiring sejalan dengan menjajal pembentukan lembaga baru informal, bukan kepanitiaan dadakan yang hanya dikonsolidasi ketika membuat kegiatan saja.

Glagah Tulak disepakati sebagai nama bersama sebagai representasi inisiatif dari akar rumput untuk peristiwa kebudayaan di Rembang. Semoga akar ini tumbuh menguat di antara jejaring dusun dan pegiat kampung.

sinergi : Hysteria

kontributor : Adin




Leave a Reply

Your email address will not be published.