PENYUARA ANGIN oleh Misbach Bilok

windwind 1 

Dangngong dalam bahasa Selayar Sulawesi di Jawa disebut Sawangan, atau Sendaren, merupakan sebuah alat bunyi-bunyian berdawai dengan sumber energi bunyi dari angin. Alat ini cukup sederhana bentuknya, persis seperti busur panah dengan konstruksi utama/rangka terbuat dari bilahan bambu yang melengkung kemudian pada kedua ujung bambu membujur selembar daun kelapa atau daun pandan kering, daun lontar, dll., sebagai media penghasil suara. Di Indonesia Dangngong biasa kita temukan dalam aktifitas permainan layang-layang. Bagi masyarakat pesisir dipulau Selayar, Sulawesi-selatan alat ini memiliki fungsi sosial di masyarakat nelayan, yakni sebagai media komunikasi/pertanda ketika akan melakukan aktifitas pelayaran melaut mencari ikan, suara Dangngong mengabarkan pesan tentang pasang surutnya air laut dan situasi arah angin serta arus air laut. Saat ini Dangngong sudah jarang lagi kita temukan, kalaupun kita masih sempat menemukan/mendengarkannya dikala masyarakat bermain layangan. suara Dangngong tidak lagi digunakan atau memiliki fungsi sosial seperti yang dimaksud diatas, hal ini karena telah tergantikan dengan berbagai alat-alat teknologi tinggi yang dianggap lebih efektif dan efisien.

ekpedisi Dangngong merupakan project riset jangka panjang melalui eksperimental seni musik yang mengungkap ciri kebudayaan masyarakat pesisir, mengasumsikan entitas sosial ekonomi, ekologi lingkungan dan pola kebudayaan yang dalamnya memiliki cara hidup dan tingkah laku dari masing-masing karakteristik tertentu untuk sebuah pengetahuan hubungan manusia dengan alam.

 

indonesia wind harp

Penulis: Misbach Bilok ( eksplorer bunyi )

Bagi rekan-rekan/saudara-saudara yang kampungnya.terutama di kampong maritim ingin merespon Ide dari Sdr Misbach bisa langsung kontak ke beliaunya.

Via FB : Misbach Bilok

email: misbach.greenhouse@gmail.com




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *